Third session


Masa muda saya ketika terlalu percaya diri yang agak memalukan...

History of Ramen Akashi



"Atasan saya hanyalah seorang yang buruk dan tidak berguna, kenapa digaji besar!!

Saya, lahir di Jepang, bisa dikatakan bahwa sampai sekarang saya benar-benar hanya menjalani kehidupan yang biasa dan tidak memiliki kelebihan apapun.
Setelah lulus Universitas, saya mulai bekerja di industri makanan. Saya dulu adalah karyawan yang tidak bisa bekerja dengan baik dan seperti tak berguna.

Kemampuan memasak saya sangat pemula dan tentang manajemen pun saya tidak mengerti, jangankan bisa mengumpulkan pegawai, sejak dahulu saya adalah orang yang kurang pandai dalam hal berbicara di depan banyak orang (public speaking) karena karakter saya yang pemalu.

Biarpun begitu saya adalah tipe orang yang bisa melakukan sesuatu jika ada keinginan untuk melakukannya. Dulu saya sering terlalu percaya diri dengan berpikir


“Aku hanya tidak mendapat kesempatan bagus“ atau "Atasan saya hanyalah seorang yang buruk dan tidak berguna, kenapa digaji besar!!” bagaikan orang bodoh.

kepercayaan diri yang terlalu tinggi namun tidak memiliki cukup banyak pengetahuan,

Setelah itu, tidak disangka saya diberi kesempataan untuk menjadi manajer restoran ramen yang sempat berada di Surabaya. Sesuai rencana saya, pada saat restoran baru dibuka semuanya berjalan dengan lancar dan pelanggan banyak yang datang di bulan pertama.

Tetapi di bulan kedua dan bulan ketiga secara bertahap restoran mengalami penurunan dan setelah setengah tahun dibuka, kami pernah hanya menerima pelanggan sebanyak 9 orang dalam satu hari.(jumlah kursi sekitar 120!)

Jelas sekali bahwa penyebab kegagalan saya saat itu adalah kepercayaan diri yang terlalu tinggi namun tidak memiliki cukup banyak pengetahuan.

Sejujurnya, perasaan hati saya saat itu sangat rapuh dan sedih sampai saya tidak ingin mengingatnya kembali. Kepribadian diri saya juga menjadi menyimpang.

Pelanggan tidak datang karena pelanggan tidak mengerti rasa enak dari restoran saya, pemikiran pegawai yang selalu kurang, tidak berguna dan memiliki motivasi yang rendah, karena kesalahan atasan saya yang bodoh dan hanya selalu bermain saja sehingga penjualan tidak mengalami peningkatan. Pada saat hari hujan turun, saya menyerah berpikir mengapa pelanggan tidak kunjung datang. Lebih baik saya segera menutup restoran ini.

Karena mengetahui hal seperti itu tentu saja jumlah pelanggan semakin menurun, setelah di perbatasan masa kerja satu tahun, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dari tempat kerja saya. Saat itu adalah kira-kira pada saat saya berulang tahun yang ke 36.

Pertemuan dengan orang yang sudah mengubah takdir saya

Menjadi pengangguran di negara asing pada usia 36 tahun menjadi hal yang sangat menyakitkan bagi saya.
Karena tidak ingin membuat khawatir, saya menjadi jauh dengan keluarga dan kerabat saya, bahkan teman-teman yang dulu selalu datang di masa awal pembukaan restoran sudah tidak menghubungi saya lagi, sehingga saya merasa malu dan tidak bisa bertemu dengan mereka lagi.

Walaupun saya terus mengatakan kepada diri saya bahwa saya bukan orang yang buruk, tetapi pada akhirnya semua nya pergi memisahkan diri dari saya dan saya baru menyadari bahwa tidak ada satu orang pun yang tersisa.

Maukah kamu mencoba untuk membuat restoran ramen bersama dari nol di Banjarmasin?”

Hanya ada satu orang yang selalu menemani diri saya pada saat saya sedang kecewa dengan diri sendiri.

Dia adalah Defy, seorang pegawai yang dulu bekerja di restoran yang ada di Surabaya.

Sebelumnya dia lah yang selalu memberikan nasihat tentang bagaimana saya harus menjalani kehidupan saya dan tentang kecemasan saya

.Sejujurnya, saya merasa malu membicarakan hal itu, tetapi Defy ikut merasakan kondisi saya saat itu dan mengatakan

“Maukah kamu mencoba untuk membuat restoran ramen bersama dari nol di Banjarmasin?”

Sejak saat itu, saya bekerja seolah-olah saya seperti sudah terlahir kembali.
Saya benar-benar gila bekerja.

Saat itu saya ingin segera melunasi hutang, karena saya memiliki perasaan ingin membalas budi kepada Defy dan kakaknya sehingga saya menghemat waktu tidur saya dan bekerja seperti kereta kuda dimana saya bekerja selama 20 jam dalam sehari.

Kemudian saya memulai bisnis restoran franchise “Ramen Akashi” di sebuah kota kecil bernama Banjarmasin di Indonesia.

Membangun 5 restoran franchise ramen di Kalimantan Selatan dalam kurun waktu 1 tahun

Kemudian setelah 3 tahun waktu berlalu, dengan percaya diri dan belajar dari kesalahan yang lalu, saya mencoba membuat terobosan menu baru. Saya juga belajar dan meminta bimbingan kepada konsultan kuliner terkenal dengan uang saya sendiri, lalu melakukan eksperimen resep dari berbagai buku, mempelajari tentang psikologi konsumen dengan sungguh-sungguh sambil belajar tentang penanaman modal, dan saya berhasil menangani kegagalan dan mengatasi kerugian finansial yang tak terhitung jumlahnya dengan usaha saya sendiri.

Berbeda pada saat saya bekerja di Surabaya sebelumnya, saya memanfaatkan hal yang sudah saya pelajari di Indonesia dan belajar dari pengalaman gagal saya sehingga sampai saat ini saya sudah berhasil membangun 5 restoran franchise ramen di Kalimantan Selatan dalam kurun waktu 1 tahun (dari mulai buka offer franchise).

Saya juga sudah memiliki 3 orang pegawai yang saya ajarkan dan saat ini mereka sedang berusaha menjalankan restorannya masing-masing secara mandiri.

Tahun ini di bulan Mei, saya baru bisa memberi hak kepada 1 franchisee untuk mengelola produksi, sehingga saya bisa fokus hal lain.

"Tidak bisa percaya story ini? Silakan cek video bawah ini."

Video ini sekitar 1 tahun lalu (3/2017) Famous Japanese Documentary TV datang ke banjarmasin untuk shooting Ramen Akashi. Saya sudah menambahkan subtitle bahasa Indonesia. Durasinya sekitar 30 menit. Setelah menonton video ini anda pasti paham character dan philosophy saya.

Father Of American Psychology

William James


Penemuan terbesar dari generasi saya adalah
manusia dapat mengubah hidup mereka dengan mengubah sikap dan pikiran mereka. "

Author of "As a Man Thinketh"

James Allen


“In all human affairs there are efforts, and there are results, and the strength of the effort is the measure of the result."

Kesuksesan yang terus berlanjut seperti tidak ada waktu luang untuk bernapas dalam setahun

Saya akan memberitahu cara agar anda bisa memiliki kehidupan finansial yang stabil jika anda tidak berperilaku kemewah-mewahan, tanpa harus mengkhawatirkan apapun sampai meninggal.

Saya sekarang sudah tidak membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang saya miliki agar bisa mencapai titik ini. Saya tidak perlu menyembunyikan, atau menyimpan ini sendirian.

Saya memutuskan untuk memberitahukan semua pengetahuan saya kepada Anda.
Di dalamnya, saya juga akan memberitahukan tentang pengetahuan psikologis untuk menarik pelanggan. Lalu, saya sempat berpikir bagaimana jika saya memberitahukan semuanya di Indonesia? Saya rasa ini adalah langkah yang diperlukan untuk meningkatkan restoran agar memiliki reputasi yang baik dan menjadi lebih makmur.

Oleh karena itu, semua pengetahuan yang telah saya pelajari selama 3 tahun dan pengalaman di Jepang 10 tahun, 100% semuanya akan diberitahukan kepada Anda.

"Jadi, secara spesifik bagaimana cara melakukannya..........?"

Saya bisa mengajarkan metode tersebut kepada pegawai dan franchisee saya tetapi ada batasan yang saya miliki jika saya memberikan bimbingan kepada banyak orang sekaligus. Setiap hari setiap minggu saya memberikan bimbingan langsung di banyak restoran yang memiliki masalah penurunan kualitas dalam penjualan dari Kalimantan, Jakarta, Surabaya dan kota-kota lain.

Jadi, sebagai cara untuk mengembangkan bisnis restoran anda kali ini saya memutuskan untuk mengumpulkan pengetahuan khusus tentang prosedur dan resep yang dirahasiakan kemudian mengungkapkan semuanya secara khusus untuk Anda melalui video dan situs anggota terbatas.

Buku tentang kuliner Jepang dan cara manajmen restoran bisnis memang banyak dijual di Jepang. Tetapi di Indonesia, informasi terkait buku tersebut masih terbatas.

Para pemilik restoran yang sukses memberikan pelajaran tentang prosedur yang terperinci sepertinya adalah hal yang pertama dalam sistem franchise ini.

Saya berterima kasih anda sudah baca sampai sini. Bagaimana opini Anda?
Mungkin anda berpikir di kota-kota lainnya, ada jenis masakan yang sama seperti yang ditawarkan oleh Akashi.

Lalu, mengapa saya seperti mencekek leher sendiri dengan mempublikasikan resep dan know-how penting ini?

Tentu saja awalnya saya sempat bimbang untuk melakukannya, .
Saya memiliki beberapa alasan mengenai ini,

Selanjutnya giliran Anda untuk berkembang.

Saya sendiri telah mengalami banyak penderitaan dan kesedihan, pengkhianatan dan kegagalan, Saya benar-benar belajar banyak. Membuat dan memiliki orang yang dapat dipercaya dan bekerja sekaligus belajar di tempat saya itu sangat menyenangkan.

Hidup terlalu sunyi untuk hidup sendiri.
Jadi seseorang ingin bersama seseorang.

Saya tidak ingin menyimpan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang saya miliki saat ini untuk daerah Kalimantan saja. Saya ingin orang di Indonesia mengetahuinya, saya ingin membagikannya.

Saya tidak ingin anda mengalami banyak kegagalan, rasa sakit, rasa malu, dll. Yang pernah saya alami di Surabaya dll.
Selanjutnya giliran Anda untuk berkembang.
Giliran Anda untuk mendapatkan kebahagiaan dengan membuat restoran Anda makmur dan selalu ada antrian.

Akashi Franchise Owners

"Selanjutnya giliran Anda untuk berkembang."

Copyright 2018, waralab   -   Disclaimer

>