Nineth session


Ramen Akashi
Franchise Owner's real voice


Owners review

ramen-akashi_sultan_adam

"Kami dapat mencapai Break Event Point atau Balik modal dengan waktu kurang lebih 2 bulan."

“Sekilas tentang Takeichiroh Seike (Ichi san) CEO dan FOUNDER Ramen Akashi.

Menurut kami, Ichi san adalah orang yang humoris dan sangat unik, karena Ichi san selalu memiliki ide-ide yang belum pernah kami pikirkan sebelumnya.
Dibalik keunikan ichisan, orang yang terlahir di Kobe Jepang ini memiliki sifat yang sangat tegas, sangat keras, dan juga ketat mengenai kedisiplinan.

Saya berasal dari latar belakang pegawai bank dan mahasiswa yang dituntut oleh orang tua untuk hidup mandiri.

Kenapa kami jadi memilih franchise ramen akashi ?

Pertama, mungkin karena kami memang pecinta dari ramen akashi itu sendiri.
Yang kedua, dimana saat Januari 2017 saya (filipus) sudah menjalankan tugas saya selama 3 tahun, dan berpikir untuk tidak memperpanjang pekerjaan perbankan tersebut, karena dorongan della untuk membuka usaha sendiri dengan uang bonus yang diberikan pihak bank dan uang tabungan della.

Kemudian beberapa saat setelah saya (filipus) berhenti dari perbankkan, Della tidak sengaja melihat beberapa postingan dari facebook Ramen Akashi tentang Franchise Karaage,dan kami mulai menanyakan kepada owner detail franchise yang ditawarkan.

Ternyata apa yang ditawarkan di Facebook beda dengan apa yang ditawarkan saat bertemu.

Awal kita mengira untuk franchise karaage, ternyata kita ditawarkan untuk franchise ramen dengan harga yang lebih murah dari yang kita pikirkan.

Kami memilih franchise ini karena memang modal kami untuk membuka usaha sangat terbatas, Februari kami bertemu dengan owner ramen akashi, tetapi karena terbatasnya modal, kami baru bisa memberikan kepastian deal atau tidak di bulan Maret.

Awal ingin membuka franchise ramen akashi saya pikir tidak mudah dan takut rugi atau tidak laku.
Karena saya tidak memiliki basic dan pengalaman untuk membuka usaha sendiri, tetapi Della mempunyai basic bisnis sejak Sekolah.

Kami mengalami banyak perdebatan untuk membuka franchise ramen akashi, karena ini modal terakhir yang kami miliki, sehingga kami memang harus meyakinkan diri untuk bisa sukses.
Masalah yang lain muncul, setelah kami menghubungi pihak ramen akashi, ternyata owner dari ramen akashi tersebut adalah asli orang Jepang, yang membuat kami takut, kami tidak bisa bicara menggunakan bahasa Jepang.

Tetapi sebelum kami memastikan untuk franchise, owner ramen akashi sendiri lebih meyakinkan kami, dengan menghitung Laba dan Beban yang akan keluar dan Break event point yang akan kami capai.

Hasil:

Kami dapat mencapai Break Event Point atau Balik modal dengan waktu kurang lebih 2 bulan.
Setelah hampir 1 tahun kami bersama Ramen Akashi, kami masih banyak memiliki kekurangan, tetapi dengan didikan Owner akashi dengan japan style yang tegas dan keras, kami juga banyak mendapat tekanan yang mendidik kami untuk lebih baik lagi.

Dan setelah hampir 1 tahun kami join, kami dipercaya ichisan untuk memegang "Master franchise di area kalimantan Selatan."

Review mengenai Franchise Akashi
Kelebihan :

• Rasa dengan resep asli Jepang
• HALAL karena sudah dapat sertifikat MUI
• Peluang bisnis besar dan luas
• Franchise dengan harga yang terjangkau

Kekurangan :

• Sistem harga yang terlalu variasi untuk menu utama disetiap cabang.

Fillipus & Della 

- Owner: kalimantan selatan area master franchise Ramen Akashi

“Jika nanti saya ada modal lagi, saya tertarik untuk menjadi master franchise di kota kota tersebut.

Review Ichi-San :

Pertama kali saya lihat Ichi-san beberapa tahun lalu, sewaktu saya makan di ramen akashi. Dengan rambut afro, bahkan blonde jelas Ichi jadi pusat perhatian. Beberapa kali saya makan di sana terlihat Ichi sebagai owner langsung kontrol bagaimana staff bekerja. Dan setelah bekerja sama selama di Franchise Akashi saya mengenal Ichi san sedikit lebih banyak.

Kelebihan Ichi san :

adalah orang yang semangat, tegas dan cerdas. Budaya kerja ichi sangat perlu dicontoh oleh semua orang agar sukses. Kecerdasan Ichi juga dapat kita jadikan contoh, seperti bagaimana cara marketing, service, dll.

Ichi san sebenarnya orang yang cukup lucu tapi juga bisa jadi pemarah jika dia menemukan sesuatu yang salah. Saya punya moment dimarahi Ichi san, tapi justru jadi keuntungan bagi saya, karena saya akhirnya mengenal dan tau lebih jelas bagaimana sifat dan apa mau ichi san.

Kekurangan Ichi san :

Beberapa waktu ini saya lihat Ichi san terlihat tertekan. Mungkin karena ada beberapa beban dan target yang harus dicapai. Jadi ichi seperti kurang terlihat bersenang-senang dengan pekerjaannya.

Ichi-san juga punya kekurangan soal menyepelekan kesehatan, seperti sering merokok, makan mi instan, dan banyak minum kopi. Jadi saya punya challenge buat Ichi san : Tahun depan semoga bisa berhenti merokok ! hehe....

Review Franchise Akashi :
Kelebihan :

- Punya rasa ramen dan karaage yang khas, tidak dapat ditiru oleh restoran lain

- Memperbolehkan setiap cabang berinovasi, itu cocok untuk saya yang suka berinovasi

- Saat saya bergabung dulu franchise Akashi punya harga yang terjangkau dengan modal saya. Jadi saya merasa ini franchise yang cocok dengan saya yang juga baru mulai mencoba bisnis Franchise

- Franchise Akashi punya support yang bagus untuk mitra. Misalnya seperti konsultasi, dan komplain direspon dengan cepat

- Adanya owner meeting sangat bagus agar tiap cabang lebih kompak

Kekurangan :

- Belum ada batas bawah harga menu di tiap cabang. Sehingga harga ramen yang terlalu rendah justru merusak value yang coba dibuat oleh cabang lain
- Perlu batas yang jelas dalam peraturan setiap cabang, sehingga masing masing cabang tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dikerjakan
- Franchise Ramen Akashi kadang perlu mengadakan promo bersama

Kenapa pilih Franchise Ramen Akashi ?

Saya tertarik franchise Ramen Akashi pertama-tama karena saya sering makan Ramen Akashi.


Dari makan itu akhirnya saya tertarik karena rasanya, dan style pelayanannya yang otentik bahkan bisa bersaing dengan ramen branded di Jakarta/Surabaya.

Selain itu saya lihat di Banjarmasin persaingan ramen juga masih belum banyak.


Jadi saya melihat ada peluang untuk bisa menjadi usaha yang berkembang bukan cuma di Banjarmasin tapi juga di Indonesia.

Sebelum masuk Ramen Akashi:

Sebelum masuk ramen akashi, saya sudah berkali-kali bangkrut. Mulai dari usaha bahan bangunan, es krim, gorengan, sampai jualan minuman es di gerobak. Setelah saya analisis mungkin salah satu faktor gagalnya beberapa usaha saya karena kurangnya kemampuan saya untuk menjual sesuatu. Sampai akhirnya saya melihat ada kesempatan untuk masuk Ramen Akashi, dengan sisa modal yang saya punya saya akhirnya memutuskan bergabung di franchise Ramen Akashi.

Setelah masuk Ramen Akashi:

Setelah saya masuk ke ramen akashi saya mendapatkan banyak hal. Tidak hanya uang dan pekerjaan, tapi banyak sekali ilmu dan tips yang lebih mahal dari uang. Seperti cara melayani customer, cara marketing, cara menjual sesuatu agar menarik, dimana ilmu itu sangat bermanfaat diterapkan di semua bidang usaha, tidak hanya restoran.

Apakah Saya berminat akan beli Franchise Akashi lagi?

Ya tentu saja! Saya melihat ada peluang untuk Ramen Akashi menjadi Top Brand Ramen di Indonesia. Saya yakin Ramen Akashi mampu bersaing di kota kota besar lainnya, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya,hingga Balikpapan. Jadi jika nanti saya ada modal lagi, saya tertarik untuk menjadi master franchise di kota kota tersebut.”

Muhammad Khairani

- Owner: RamenAkashi Kayutangi & Ramen Akashi banjarbaru

ramen_akashi_Ayani

“Di sisi lain character Akashi yg keras dan tegas juga m​embuat kami kadang2 mengalami shock culture"

Review Ramen Akashi

Hallo perkenalkan saya Jeffry T. owner dari franchise Ramen Akashi Ayani

Pertama saya berterimakasih banyak karena bisa bergabung dengan franchise Akashi ini dan belajar banyak dan juga mendapat penghasilan lebih dari sini

Ichisan selaku owner dari FC Ramen Akashi tidak lepas tangan atas masalah yg terjadi dan sangat mendukung dalam pengembangan produk maupun cara2 pemasaran yg berilian dan out of the box, juga merupakan mentor yang baik untuk yg mau berjuang dan belajar dalam menjalankan FC Akashi ini.

Di sisi lain character Akashi

yg keras dan tegas juga membuat kami kadang2 mengalami shock culture.. tetapi hal itu beliau lakukan untuk kebaikan usaha kami.. ketegasan Ichisan dalam mengajar kami memang d perlukan agar FC Akashi dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan profit yang bagus juga

Untuk produk dari FC Akashi

sendiri sangat orisinal dan berbeda dari ramen yg biasanya saya makan di surabaya, asli ichisan yang masih warga Negara jepang tidak mau kompromi dengan kualitas makanan yg d tawarkan, terbaik adalah keharusan. Bahkan FC Ramen Akashi sdh mendapatkan sertifikat MUI, baik Menu maupun Rasa dari ramen sendiri sangat enak dan mempunyai banyak penggemar di kota Banjarmasin.. bahkan ada tamu yang pernah makan d jepang mengakui rasa orisinal dan taste yang sangat mirip dgn ramen yg ada d jepang..

Sudah sekitar 4 bulan

saya menjalani franchise ini di tempat saya yang sebelumnya berjualan Makanan Indonesia (Dapoer OJ) sebelum menambahkan FC Ramen Akashi pada tempat usaha saya, saya mengalami sedikit kesulitan untuk segmentasi pada masakan Indonesia saya, karena makanan yg disukai oleh anak muda di tempat saya tidaklah banyak, ketika saya mengetahui Ramen Akashi membuka franchise saya tertarik untuk mencari tahu, dan ternyata saya menemukan kecocokan antara menu Jepang dan Indonesia yg bs d gabungkan untuk membentuk segmentasi keluarga d tempat saya.

saya merasakan ada kenaikan

pengunjung maupun profit yang signifikan karena adanya FC Ramen Akashi di tempat saya, ternyata kedua jenis makanan ini di tempat saya saling mendukung untuk target market keluarga yang mau saya capai.. dimana kebanyakan orang tua yg ingin makan indonesia food dapat bersama-sama makan dengan anaknya yg ingin makan Ramen Jepang.

Setelah berjalan beberapa bulan

omset dan profit saya meningkat, trafik orang2 yang datang lebih bagus karena brand awareness dari ramen Akashi sendiri begitu kuat , sekarang saya masih fokus untuk pengembangan menu karena sangat banyak potensi yang ada pada Ramen Akashi ini yg masih dapat d kembangkan.

Terimakasih Ichisan Dan Ramen Akashi

Jeffry T & Ivana

- Owner: RamenAkashi A.yani

ramen_akashi_siring

"Saya benar2 kaget karena sistem yg mereka jalankan disana sangat2 berbeda."

Takeichiroh Seike

 yang biasa dikenal akrab dengan panggilan Ichi-san dimata saya adalah seorang guru yang bisa mengajari saya untuk berbisnis di bidang kuliner. Sehubungan dengan cara ajari beliau yang berbeda dari cara2 di Indonesia kebanyakan, beliau bisa d bilang tidak akan segan2 untuk marah disaat kita salah.

Secara karakter,

menurut saya Ichi san sangat keras disiplin nya, tp kadang bisa keras kepala juga saat bicara (bisa jadi karena faktor bahasa indonesia beliau yg masih kurang lancar).


1 hal yang paling penting diketahui, Ichi san adalah tipe yang tidak mudah percaya sama org.


Sekali saja beliau dikecawakan oleh org tersebut, maka akan sangat2 susah untuk membangun kepercayaan itu kembali.

Review Franchise Ramen Akashi

Secara modal, franchise ramen Akashi bisa d bilang untuk golongan menengah ke bawah.


Secara harga makanan, franchise ramen akashi sudah masuk golongan menengah ke atas.


Franchise ramen Akashi tidak memberikan perlengkapan2 dapur ataupun rombong, shingga perlu modal tambahan lagi (diluar biaya franchise) untuk persiapan memulai usaha ini.


Tetapi master franchise terbuka penuh untuk memberikan bantuan2 saran, strategi2 yg unik, tips2 jitu untuk memajukan omset kita, kitanya saja lagi yg mau melakukannya atau tidak.

Kenapa pilih Franchise Ramen Akashi?

Harganya terjangkau untuk orang yang modal kecil seperti saya ini.


Ramen Akashi menurut saya pribadi adalah ramen Jepang yang paling enak di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), karena rasanya sangat mendekati rasa ramen jepang yang menggunakan bahan daging (maaf) babi. Apalagi Ramen Akashi Oktober 2017 tadi sudah resmi mendapatkan label halal dari MUI.


Secara sistem pengerjaan pun sangatlah praktis, kita benar2 tinggal menyajikan ala membuat mie instant, sehingga tdk memerlukan skill memasak untuk memulai usaha Ramen Akashi franchise ini.

Situasi sebelum masuk di franchise Ramen Akashi

Nama saya Rudiyanto Tjandera (30), saya adalah owner dari Ramen Akashi cabang Siring
Saat itu bisa d bilang saya adalah seorang pengangguran karena pada bulan agustus 2016 saya sudah resign dari perusahaan tempat saya berkerja dulu.

Saya pernah ad rencana untuk patungan dengan 2 orang teman saya untuk membuka usaha di bidang kuliner, jadi untuk memulai debut awal, saya mencoba untuk membuat menu saya sendiri berupa Japanese Rice Bowl dan berjualan di festival2 sekolahan.


Hasilnya saya gagal total, disitu saya merasa sangat2 kurang pengalaman untuk memulai bisnis ini.

Pada Februari 2017 saya ada melihat lowongan kerja untuk menjadi staff di Ramen Akashi, saya berpikir ini kesempatan saya karena di lowongan itu tertulis "diajari untuk buka usaha sendiri".


Saat sudah diterima bekerja, saya benar2 kaget karena sistem yg mereka jalankan disana sangat2 berbeda.

Staff d ajarin disiplin yang sangat ketat, benar2 bukan Indonesian style banget. Ichi-san tidak akan segan2 untuk memarahi (termasuk saya) dalam mengajari.


Yang mentalnya tidak kuat bahkan pernah ada yang langsung resign loh. Efeknya tetapi sangat luar biasa, pelayanan di Ramen Akashi bisa d bilang adalah yang terbaik saat itu.

Sampai tiba saatnya Ramen Akashi memutuskan untuk membuka franchise, setelah cabang Sultan Adam, Kayutangi, Banjarbaru & Ayani buka, saya juga membeli franchise tersebut.

Hingga saat ini (Februari 2018) saya masih bekerja di Ramen Akashi, walaupun status saya sekarang sudah merupakan owner dari Ramen Akashi cabang Siring, demi kemajuan saya sampai sekarang Ichi san tidak pernah bosan untuk mengajari saya (kalau dimarahi juga sudah biasa, karena saya sudah tau bahwa maksud beliau sangat baik walau dulu diantara kami sempat terjadi salah paham).

Situasi sesudah masuk franchise Ramen Akashi

Saat ini saya sudah jauh merasa lebih baik, saya merasa secara pengalaman berbisnis saya sudah sangat jauh berbeda levelnya dari saat pertama saya belum terlibat dengan Ramen Akashi. Banyak ilmu2 yang sangat berharga buat saya untuk ke jenjang usaha yang selanjutnya.


Secara profit, walau baru jalan 3 bulan, profit yang saya dapatkan dari usaha ini sudah melebihi gaji saya waktu bekerja di perusahaan besar dulu, padahal usaha yang saya jalankan baru sekelas rombong.

Selama 3 bulan saya menjalani bisnis ini,

baru2 saja saya sudah sempat mendapat tawaran bisnis berupa investasi dari teman saya yg tinggal di kota lain yang melihat usaha saya menjalankan Ramen Akashi Siring melalui instagram.

Rudiyanto Tjandera

- Owner: Ramen Akashi Siring

Founder of ramen akashi franchise system
founder of ramen akashi  ichi
Takeichiroh Seike
(ichi)

Founder of Ramen Akashi

Tentang  Founder

Saya memiliki banyak pengalaman dalam hal “start-up” restoran kuliner di Jepang. Contoh , Hotel, Bar, “Izakaya” (Seperti kedai sake), restoran masakan Jepang , Kobe beef steakhouse, pengalaman melatih diri juga banyak dimiliki.


Tahun ini saya mengembangkan sayap dan menantang diri saya ke Pulau Jawa sambil membawa resep yang mengejutkan kepada semuanya!

Copyright 2018, waralab   -   Disclaimer

>